HIDUP ASKETIK
Oleh : DR. H. Soetrisno Hadi, SH, MM, M.Si
Ada kecenderungan yang menguat di tengah masyarakat kita belakangan ini yaitu gaya hidup mewah dengan berutang pada pinjaman online (pinjol).
Ingin cepat kaya secara instant melalui keikutsertaan dalam investasi bodong. Di kalangan sebagian wanita ada trend yang menguat untuk pamer kekayaan (flexing) dengan mobil mewah, tas dan asesoris mahal bermerk serta penampilan eksotis di media sosial melalui kebiasaan selfi .
Menghadapi kecenderungan ini, lalu apa jawaban Islam melalui ajarannya yang luhur dan mulia itu. Islam menawarkan solusi gaya hidup (life style) asketik atau zuhud .
Dalam kerangka berpikir ini, Islam memandang bahwa hidup di dunia ini bagaikan fatamorgana. Dalam kenyataan dan realisasinya hanyalah ilusi belaka. Respon manusia biasanya mengagumi kemilaunya dunia dalam kealpaan. Islam mengingatkan kita semua agar menyikapi dunia secara wajar dan tidak terpengaruh (QS. al-Qashash [28]: 77).
Dalam prakteknya, mereka yang hanyut dalam kemilau dunia akan merugi dan menyesal selamanya. Seperti dalam kasus pinjol atau investasi bodong, bahkan mereka terjebak dalam ikatan utang yang besar dan berujung pada tindak pidana kejahatan terhadap harta dan nyawa.
Sebaliknya, mereka yang zuhud akan beruntung dunia dan akhirat. Islam melalui ajaran zuhud nya mengajarkan untuk mengambil sedikit yaitu sekedar keperluan hidup dengan mengosongkan hati (takhalli) dari segala yang bernuansa duniawi dan materi atau bendawi.
Bagaimana sufi melihat dunia. Berbeda dengan pada umumnya orang melihat dunia. Sufi beranggapan bahwa semua hal yang menghalangi manusia dari mematuhi Allah SWT serta menjauhkan dari kasih-Nya adalah dunia.
Dalam tradisi tasawuf, zuhud adalah salah satu maqam yang harus dilalui calon sufi untuk berada sedekat mungkin dengan Tuhannya (Allah,swt). Esensi kesenangan dunia adalah tipuan yang dapat menghalangi manusia dari "dekat" pada Allah SWT (QS. al-Hadid [57]: 20).
Imam al-Ghazali rahimahullah dalam Ihya-nya mengatakan bahwa zuhud itu dapat diidentifikasi dengan tidak bergembira dengan apa yang ada serta tidak bersedih karena sesuatu yang hilang (Qs. al-Hadid [57]: 23). Selalu bersama Allah SWT. Hatinya didominasi oleh lezatnya ketaatan pada Allah. Nalarnya, orang yang akrab dengan Allah akan sibuk dengan-Nya.
Allah SWT bicara tentang hidup di dunia cuma senda gurau dan main-main belaka (Qs. al-Ankabut [29]: 64). Karenanya, hidup asketik adalah salah satu opsi kuat dalam menghadapi hidup duniawi yang serba digital ini. Pengajaran tasawuf dan urgensi asketisme menjadi begitu diperlukan dalam mengimbangi dominasi era digital kini. Agar perilaku kejahatan pidana terhadap harta dan nyawa tidak terulang lagi di masa depan. Masyarakat menjadi tenang dan aman dalam menjalankan ibadah dan baktinya pada Allah SWT. Allahu yahdi ila sawa'is sabil.
Komentar (0)
Komentar akan tampil setelah disetujui oleh admin.